Text
Pantangan Pengguna Bahasa Konjo di Kabupaten Bulukumba dalam Perspektif Gender
Buku ini merupakan luaran penelitian dengan judul yang sama. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis dengan mentranskrip data rekaman wawancara ke dalam bentuk tulisan; mengklasifikasikan data/tuturan berdasarkan bentuk tradisi lisan; mengalihbahasakan data tuturan ke dalam bahasa Indonesia;mengkaji makna pantangan dengan teori antropolinguistik; menganalisis berdasarkan teori gender; dan membuat simpulan.Secara tekstual maupun kontekstual pantangan dalam masyarakat Pengguna bahasa Konjo di Bulukumba bermakna sebagai bentuk menghindari bencana (bentuk perlindungan), penjagaan moral dan perilaku, pemeliharaan identitas diri dan simbol kasih sayang, Posisi Perempuan posisi perempuan dalam tradisi Pantangan pada masyarakat di Kabupaten Bulukumba ditinjau dari perspektif gender. Perempuan berada pada posisi yang termarginalkan. Ada perbedaan yang cukup mendasar antara pantangan untuk laki-laki dan perempuan dalam masyarakat pengguna bahasa Konjo di Bulukumba. Perempuan selalu dianalogikan sebagai objek yang lemah, mudah melakukan hal yang salah, sehingga perlu diatur dengan "pantangan".
2100196 | 306.44 SUH p | Perpustakaan IAIN Parepare (Lt 2- Komunikasi (302)) | Tersedia |
2100198 | 306.44 SUH p | Perpustakaan IAIN Parepare (Lt 2- Komunikasi (302)) | Tersedia |
2100200 | 306.44 SUH p | Perpustakaan IAIN Parepare (Lt 2- Komunikasi (302)) | Tersedia |
2100199 | 306.44 SUH p | Perpustakaan IAIN Parepare (Lt 2- Komunikasi (302)) | Tersedia |
2100197 | 306.44 SUH p | Perpustakaan IAIN Parepare (Lt 2- Komunikasi (302)) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain